Teknologi Unik - Sebuah Kolam pangcing belum lama ini terangkat tanahnya, kejadian ini di Dusun Bethas, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tetap menjadi teka-teki. Tetapi, warga kurang lebih memperkirakan kolam itu terangkat sebab tanah di sekelilingnya ambles.
“ Terangkatnya kolam ini lumayan aneh. Tapi tanah disekeliling kolam justru ambles hingga satu meter. Mungkin ini sebab hal tanah,” ucap warga kurang lebih, Yulianto.
Uniknya, walau kolam terangkat, material kolam itu tetap utuh. Pipa pembuangan tidak bergeser serta tembok kolam pun tidak retak.
Berbagai waktu ini, kawasan Pasuruan terbukti semakin diguyur hujan. Diduga, hujan yang semakin menerus ini menyebabkan tanah di kurang lebih kolam menjadi ambles, jadi kolam itu seolah terangkat.
Meski demikian, hingga sekarang belum ada penjelasan ilmiah yang dikeluarkan dari hasil penelitian. Yang jelas, fenomena terangkatnya kolam milik Ubaidillah ini membetot perhatian masyarakat.
Oleh sebab itu, Ubaidillah sebagai pemilik kolam berharap dinas terkait turun ke lokasi untuk menyelidiki tekstur tanah, jadi dapat diketahui dengan cara jelas penyebabnya. “ Saya berharap supaya terangkatnya tanah ini dapat dijadikan evaluasi,” harap Ubaidillah.
Warga juga khawatir momen ini berakibat kurang baik, semacam fenomena lumpur Lapindo. “ Warga kurang lebih juga khawatir apabila amblesnya tanah di tepian kolan bakal terimbas ke bangunan rumah warga lainnya,” tutur warga lain, Tosari.
Menurut Ubaidillah, fenomena aneh ini pertama kali diketahui oleh sang penjaga kolam, Kholil. Kolam berkapasitas 15 meter kali 8 meter dengan kedalaman 2,2 meter itu terangkat pada Minggu 9 Oktober kurang lebih pukul 23.00 WIB.
Saat itu, Kholil berada di areal pasawahan tidak jauh dari kolam. Dari kejauhan, dirinya menonton abnormalitas terjadi pada kolam tersebut. Seusai mendekat, Kholil sangat kaget sebab menonton pondasi kolam naik dari posisi semula.
“ Saat awal terjadi di tengah malam naiknya hingga 1,17 meter. Ini pernah kita ukur,” kata Ubaidillah.
“ Lalu, Subuh jelang pagi turun serta menjadi 70 sentimeter hingga sekarang. Keadaannya utuh, tidak retak, baik dinding maupun lantai kolamnya,” tambah Ubaidillah.
Selama ini, tidak ada yang aneh. Naiknya pemukaan kolam baru terjadi hari ini. “ Sewaktu pondasi kolam naik, saya berada di rumah, cocoknya ruang tamu. Jaraknya kurang lebih 20 meter dari kolam. Saat itu, sama sekali saya tidak mendengar suara gemuruh tanah bergerak ataupun mendapat firasat aneh lainnya,” ujarnya.
Dia kejadian ini sebagai fenomena alam. Walau terangkat, kolam ini bakal tetap dimanfaatkan semacam sebelumnya. “ Ke depan tetap dimanfaatkan sebagai kolam ikan,” tutur Ubaidillah.
Menurut Ubaidillah, kolam yang dibuat pada 2005 ini mulanya dijadikan kolam renang. Kemudian berubah manfaat jadi kolam ikan.
No comments:
Post a Comment